Lalu untuk desain Hulk sendiri, diambil dari penggambaran makhluk di novel Frankenstein yang juga pertama kali terbit di Eropa pada abad 19. Mengenai visualisasi makhluk tersebut, sebetulnya Hulk sangat mirip dengan citra monster dalam film Frankenstein yang rilis pada 1931.
Komik The Incredible Hulk pertama kali terbit pada tahun 1962. Termasuk karakter yang cukup muda jika dibanding dengan Superman atau Batman yang masing-masing rilis perdana pada 1938 dan 1939.
Tentang Sosok Buto Ijo
Sedangkan untuk sosok Buto Ijo sendiri sebetulnya jauh lebih tua dari karakter-karakter superhero Amerika maupun novel-novel Eropa tersebut.
Bahkan, legenda Buto Ijo mungkin saja sudah ada sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit. Mungkin lo, ya.
Makanya tak heran kalau orang kita suka menyocoklogikan Hulk terinspirasi dari Buto Ijo.
Tapi kalau ada yang menjuluki Hulk dengan sebutan Buto Ijo, tak salah juga sih.
Dua-duanya sama-sama raksasa yang gampang mengamuk, bisa menimbulkan korban jiwa, berbadan besar, apalagi?
Bedanya ya kalau Hulk hanya merusak benda dan mementalkan orang saat marah, Buto Ijo bisa memakan orang dan tega menculik anak.
Kalau Hulk dicari untuk membantu superhero, Buto Ijo dicari untuk pesugihan.
Jadi, sekarang sudah jelas kan kalau Hulk sebenarnya bukan terinspirasi dari Buto Ijo. Tapi bisa saja sih menyerupai, sebagian tidak keseluruhan cerita.
Untuk sekadar info, Hulk itu aslinya digambar oleh mendiang Jack Kirby yang juga mendesain Captain America dan Thor.
Sedangkan Stan Lee hanya menuliskan asal-usul karakter dan naskah ceritanya saja. Jadi Stan Lee itu bukan tukang gambar, ya. Begitu.
![]()