Kelima, mencintai dunia menjadikan dunia sebagai harapan terbesar seorang manusia.
Keenam, pecinta dunia adalah manusia dengan azab paling berat. Mereka disiksa di tiga negeri; di dunia, di barzakh, dan di akhirat.
Di dunia mereka diazab dengan kerja keras untuk mendapatkannya dan persaingan dengan orang lain.
Adapun di alam barzakh mereka diazab dengan perpisahan dengan kekayaan dunia dan kerugian yang nyata atas apa yang mereka kerjakan. Di sana tidak sesuatu yang menggantikan kedudukan kecintaannya kepada dunia.
Kesedihan, kedukaan, dan kerugian terus menerus mencabik-cabik ruhnya, seperti halnya cacing dan belatung melakukan hal yang sama kepada jasadnya.
Dan pecinta dunia diazab di kuburnya dan juga pada hari pertemuan dengan rabbnya. Allah SWT.
Ketujuh, orang yang rindu dan cinta kepada dunia sehingga lebih mengutamakannya daripada akhirat adalah makhluk yang paling bodoh, dungu, dan tidak berakal.
Karena mereka mendahulukan khayalan dari pada kenyataan, mendahulukan kenikmatan sesaat daripada kenikmatan yang abadi, dan mendahulukan negeri yang fana daripada negeri yang kekal itu dengan kenikmatan semu. Manusia yang berotak tentunya tidak akan tertipu dengan hal semacam ini.
![]()