Harapan Orang Tua Menyekolahkan Anak ke Pesantren

Setiap orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren, pasti menginginkan anaknya lebih baik karena mereka ‘tak yakin’ benar-benar bisa mendidik mereka jadi anak sholeh.

Setiap orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren, pasti menginginkan anaknya lebih baik karena mereka ‘tak yakin’ benar-benar bisa mendidik mereka jadi anak sholeh

Karena kalau tidak, apapun jadinya nanti, sudah tentu mereka akan mendidik sendiri anaknya atau bahkan membuat pesantren sendiri atau mereka akan mengabaikan pendidikan anaknya begitu saja.

Tapi atmosfer pendidikan pesantren hari ini, secara langsung atau tidak, sudah terkena imbas sekulerisme juga, baik dari Tim pengajar (drmn berasal), asal sekolah murid2nya juga faktor didikan keluarga dan lingkungannya.

Tak menutup kemungkinan, walau anak-anak yang berasal dari keluarga baik-baik bisa jadi jahat, apalagi yang benar berasal dari keluarga yang sama sekali tak peduli didikan agama. Karena hyperaktif (murid seperti inilah) yang membuat masalah biasanya.

Ironisnya ada institusi pesantren yg hanya ‘pandai mengutip’ dana atau iuran saja, tapi kurang menitikberatkan soal pendidikan. Jangankan soal pendidikan. Soal pengaturan konsumsi dan penyajian makanan dan para santri termasuk abai.

Related Post