{"id":3172,"date":"2021-09-21T19:56:17","date_gmt":"2021-09-21T12:56:17","guid":{"rendered":"https:\/\/minda.tv\/news\/?p=3172"},"modified":"2021-09-21T20:00:24","modified_gmt":"2021-09-21T13:00:24","slug":"asal-usul-sebutan-bule","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/","title":{"rendered":"Asal-usul Sebutan &#8216;Bule&#8217; untuk Warga Negara Asing"},"content":{"rendered":"<p>Penyebutan orang asing sebagai \u201cbule\u201d telah mengakar di Indonesia. Mereka yang berciri fisik jasmaniah berkulit putih, berhidung mancung, dan berambut pirang maupun putih lekat diidentifikasi sebagai bule. Apalagi, jika orang tersebut berasal dari Eropa maupun Amerika, maka paripurnalah status bule mereka.<\/p>\n<p>Uniknya, di lapangan, sapaan ini justru menuai prokontra dari mereka yang tergolong ras kaukasoid. Ada yang merasa terganggu dengan panggilan bule, serta ada yang nyaman-nyaman saja dipanggil bule. Saking nyamannya, sampai-sampai ada anggapan istilah tersebut sebagai sebuah keunikan yang hanya didapat kala berkunjung ke Negeri Zamrud Khatulistiwa.<\/p>\n<p>Kami menghubungi seorang warga Prancis, David Joaquin, yang sering bolak-balik berlibur ke Bali. Ia mengaku keberatan dengan sebutan bule. Ia merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dan ia tahu, dalam kamus, bule mengandung arti sebagai: orang yang putih seluruh tubuh dan rambutnya karena kekurangan pigmen; balar.<\/p>\n<p>Selain itu, ia juga paham, penyebutan bule lekat dengan hewan kerbau albino. \u201cSekali dua kali memang lucu. Tapi, lama-kelamaan, saya merasa tak nyaman. Setahu saya, istilah bule itu berarti kerbau bule albino yang sakit dan saya jelas tak setuju jikalau ada yang menyebut saya bule,\u201d ungkapnya saat dihubungi VOI, 14 Juni.<\/p>\n<p>Berbeda dengan David. Keri, wisatawan asal Swiss yang sering main-main ke Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) justru malah menganggap penyebutan kata bule kepada orang Eropa atau orang yang datang dari luar Indonesia sebagai bagian dari keunikan khas Indonesa.<\/p>\n<p>\u201cSejauh ini, panggilan bule bagi saya tidak masalah. Saya pun tidak merasa risih akan hal itu, terutama saat saya disapa oleh orang Indonesia ketika di jalan, tempat wisata, maupun hotel. Toh, orang Indonesia terkenal baik dan ramah. Jadi, selama mereka sopan dan menghargai saya, maka dengan senang hati saya menerima panggilan tersebut,\u201d ucap wanita 32 tahun tersebut.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, saya nyaman-nyaman saja. Malah, kadang-kadang lucu disebut bule. Sebab, di Eropa kita tidak dipanggil bule. Tetapi, pas main ke Indonesia kita baru merasakan disebut bule,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam perjalanannya, istilah bule tak hanya mengidentifikasikan mereka yang berkulit putih dan terlahir di Eropa maupun Amerika saja. Mereka yang berasal dari Afrika, Arab, India, maupun Thailand dapat digolongkan sebagai bule.<\/p>\n<p>Namun, istilah ini tak akan berlaku bagi mereka yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Brunei. Alasannya, tentu saja karena mereka masih tergolong orang Melayu yang notabene mirip dengan orang Indonesia umumnya.<\/p>\n<p>Asal-usul kata &#8216;bule&#8217;<br \/>\nJauh sebelum kata bule populer, orang Indonesia umumnya mengeneralisir penyebutan orang asing sebagai kompeni ataupun londo. Kata &#8216;kompeni&#8217; sendiri berasal dari kesalahan orang Indonesia dalam melafalkan nama kongsi dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Oleh karenanya, yang paling banyak diingat hanya baris terakhir, yakni &#8216;compagnie&#8217;, yang lama-kelamaan lidah Nusantara mulai menyerap kata tersebut menjadi &#8216;kompeni&#8217;. Londo pun begitu, asal kulit putih mereka disebut londo.<\/p>\n<p>Untuk itu, dapat dipastikan kata bule tak eksis sepanjang masa penjajahan Belanda, mengingat banyak di antara kaum bumiputra banyak memanggil orang asing atau Eropa dengan sebutan Tuan. Panggilan itu, sebagaimana kolonialis-kolonialis Belanda umumnya minta dipanggil.<\/p>\n<p>Menariknya, seorang Peneliti bernama Benedict Anderson, dalam biografi singkatnya berjudul Hidup di Luar Tempurung (2016), mengungkap sebutan tuan untuk mereka yang berkulit putih agak tidak nyaman di telinga. Atas dasar itu, dirinya kemudian mengganti istilah tuan dengan suatu kata yang agak nyaman didengar, yakni &#8216;bule&#8217;.<\/p>\n<p>\u201cGara-gara ini, saya pun jadi punya kontribusi kecil (tapi awet) dalam bahasa Indonesia. Melihat warna kulit saya yang tidak putih, tetapi merah muda kelabu, saya merasa warna ini mendekati warna kulit hewan albino (kerbau, sapi, gajah, dll) yang oleh orang indonesia diistilahkan \u201cbulai\u201d atau \u201cbule\u201d. Jadi, saya beritahu kawan-kawan muda saya harus disebut bule, jangan putih.\u201d<\/p>\n<p>Lantas, dikisahkan, teman-teman Ben menyukai ide tersebut dan menyebarkannya. Otomatis, Koran-koran dan majalah mulai banyak menuliskan identitas orang asing berkulit putih sebagai bule. Lama-kelamaan pun istilah tersebut menjadi bagian dari bahasa Indonesia sehari-hari.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Ben juga bercerita bahwa setelah lebih dari sepuluh tahun sesudahnya, seorang kolega \u201ckulit putih\u201d Australia mengiriminya sepucuk surat berisi omelan tentang betapa rasisnya orang Indonesia yang menyebut mereka bule. Mudah saja bagi Ben menjawab. Temannya itu, diminta berkaca untuk melihat kulitnya sendiri dan menanyakan diri sendiri, apa benar ia ingin dipanggil tuan?<\/p>\n<p>\u201cSaya juga memeberitahukan bahwa sayalah yang mempopulerkan makna baru bagi istilah itu pada 1962 atau 1963. Ia ogah memercayai saya, maka saya bilang, &#8216;Kau kan sejarawan, ahli sejarah Indonesia yang berpengalaman. Berani taruhan 100 dolar, kau tak akan bisa mendapati kata bule dalam arti orang kulit putih, dalam dokumen apapun sebelum 1963. Ia tak berani bertaruh,\u201d ucap Ben berkalakar.<\/p>\n<p>Setali dengan kelakar Ben, untuk mendapatkan gambar lebih jelas terkait asal-usul bule, kami menghubungi Dosen Pendidikan Antropologi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar, Dimas Ario Sumilih. Baginya, boleh saja Ben mengklaim sebagai penemu istilah bule, tapi dirinya bersikukuh kebenaran hal itu sulit dilacak.<\/p>\n<p>\u201cKalau tentang ini, boleh jadi. Namun, selama saya pahami di Jawa, umumnya generasi sepuh (tua) lebih mengenal istilah \u201clanda\u201d untuk menyebut orang-orang yang kemudian diidentifikasi sebagai \u201cbule\u201d. Generasi yang barangkali lahir setelah tahun 1960-an, 1970-an, paling banyak 1980-an bahkan generasi kekinian lebih mengenal dan akrab menggunakan kata &#8216;bule&#8217; untuk menyebut orang-orang asing yang berciri kulit putih, berambut putih hingga pirang, dan berwarna mata biru,\u201d ucap Dimas saat dihubungi VOI, Sabtu, 13 Juni.<\/p>\n<p>Tak heran, dimas menegaskan, kemunculan istilah \u201cbule\u201d patut diduga berkaitan dengan masalah rasial. Dalam hal ini, rasial yang dimaksud ialah terkait konsepsi tentang ras manusia, yang lekas menjadi minat penting dan utama dalam diskusi-diskusi pelajar antropologi.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, dalam kajian antropologi, diskusi-diskusi ras beserta persebaran mereka di seluruh penjuru dunia menjadi minat utama bagi pelajar di bidang antropologi ragawi (physical\/biological anthropology). Walaupun kemudian di bidang budaya (cultural anthropology) pun pada akhirnya juga tertarik pada bahasan ras, manakala konsepsi biologis tersebut memiliki efek terhadap cara pandang dan kemudian lambat lain menjadi steorotip dan lebih lagi sebagai gaya hidup,\u201d imbuh Dimas.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, kata bule memang menuai pro-kontra. Satu sisi, orang asing beranggapan penyebutan bule condong ke arah ejekan atau olokan. Sisi lainnya, khususnya orang Indonesia sendiri menganggap kata bule memiliki nilai gengsi.<\/p>\n<p>\u201cSehingga bisa dilihat gejalanya secara sosial, tak jarang kita bangga jika bisa berkenalan atau memiliki teman bule. Bahkan ada orang kita yang terobsesi untuk mendapatkan pacar atau lebih dari itu, menjalin hubungan serius menuju jenjang pernikahan dengan menjatuhkan pilihan hidupnya kepada bule,\u201d tutup Dimas.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih? \u2013 Saat kita mendengar kata \u201cbule\u201d sekilas yang pertama kali kamu pikirkan adalah seorang warga negara asing berkulit putih. Akan tetapi, pernahkan Hinet Lovers mencari tahu dari mana kata bule itu berasal? Bagaimana asal-usul kata \u201cbule\u201d menjadi kosa kata di Indonesia hingga masuk KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)? Berikut ini Hinet punya penjelasan asal-usul kata bule.<\/p>\n<h3>1. Asal Usul Nama Bule<\/h3>\n<p>Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih? <\/p>\n<p>Asal-usul kata bule ternyata diambil dari penyederhanaan kata \u201cbulai\u201d. Menurut KBBI, kata bulai sebenarnya ditunjukan kepada siapa saja yang memiliki kelainan kulit karena kekurangan zat pigmen. Lalu kemudian kata bulai disederhanakan menjadi bule ketika menyebut orang asing yang berkulit putih. Awalnya kata bulai hanya ditujukan kepada orang asing yang berkulit putih, memiliki hidung mancung, serta berbadan tinggi seperti khasnya penampilan orang Eropa. Sebutan bule yang dahulunya kerap dialamatkan kepada orang asing dari Eropa saja, namun sekarang maknanya berubah menjadi luas. Orang Indonesia kemudian menyamaratakan, semua orang asing yang memiliki kesamaan rupa dengan orang Eropa juga dipanggil bule, meskipun orang itu bukan berasal dari Eropa.<\/p>\n<h3>2. Dibalik Orang yang Mempopulerkan Kata Bule<\/h3>\n<p>Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih? <\/p>\n<p>Diperkirakan istilah \u201cbule\u201d mulai populer sejak tahun 1960. Benedict Anderson mengeklaim bahwa dirinya adalah orang pertama yang mempopulerkan kata itu. Benedict Anderson adalah seorang WNA yang sangat mendalami budaya Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda dahulu, para laki-laki ingin dipanggil dengan sebutan \u201ctuan\u201d oleh orang Indonesia. Tetapi menurut Ben, kata tuan bukanlah suatu kata yang enak untuk didengar. Oleh karena Ben dikenal sebagai seorang yang pro-Indonesia, akhirnya Ben memutuskan untuk mencari kata yang sesuai untuk memanggil orang asing yang berkulit putih. Akhirnya Ia memutuskan untuk menggunakan kata \u201cbulai\u201d sebagai panggilan untuk orang asing berkulit putih.<\/p>\n<h3>3. Kata \u201cBule\u201d di Mata Para WNA<\/h3>\n<p>Bule sebenarnya adalah kata yang tidak  baku dalam bahasa Indonesia. Kata yang baku adalah \u201cbulai\u201d. Berdasarkan sejumlah pengakuan, meskipun kata bule tidak berarti negatif sama sekali, tetapi para WNA cukup terganggu ketika sedang berjalan tiba-tiba dipanggil \u201cbule\u201d tanpa tujuan yang jelas atau hanya sekadar iseng.<\/p>\n<h3>4. Apakah Bule Merupakan Kata yang Mengandung Unsur Rasis?<\/h3>\n<p>Menurut Benedict Anderson, kata bule sebenarnya sama sekali tidak mengandung unsur rasis. Hal ini diungkapkan di dalam buku autobiografinya yang berjudul Hidup di Luar Tempurung. Menurut pendapat Ben, justru yang mengandung unsur rasis adalah ketika orang Indonesia menyebut orang yang berkulit putih dengan kata \u201ctuan\u201d. Kata bule digunakan hanya untuk menyetarakan status antara orang asing berkulit putih dengan pribumi. Jadi, dapat disimpulkan kalau kata bule bukan sesuatu yang rasis.<\/p>\n<p>Nah, bagaimana Hinet Lovers, sudah tidak penasaran lagi kan. Apakah dalam bahasa daerahmu ada istilah lain untuk menyebut orang asing selain menggunakan kata \u201cbule\u201d? Share di kolom komentar di bawah ya, dan jangan lupa menggunakan Modem Wifi 4G dari Hinet supaya internet lancar terus dan tetap hemat.<\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3172\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"3172\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebutan orang asing sebagai \u201cbule\u201d telah mengakar di Indonesia. Mereka yang berciri fisik jasmaniah berkulit putih, berhidung mancung, dan berambut pirang maupun putih lekat diidentifikasi&hellip; <\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n<p id=\"pvc_stats_3172\" class=\"pvc_stats total_only  \" data-element-id=\"3172\" style=\"\"><i class=\"pvc-stats-icon small\" aria-hidden=\"true\"><svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" version=\"1.0\" viewBox=\"0 0 502 315\" preserveAspectRatio=\"xMidYMid meet\"><g transform=\"translate(0,332) scale(0.1,-0.1)\" fill=\"\" stroke=\"none\"><path d=\"M2394 3279 l-29 -30 -3 -207 c-2 -182 0 -211 15 -242 39 -76 157 -76 196 0 15 31 17 60 15 243 l-3 209 -33 29 c-26 23 -41 29 -80 29 -41 0 -53 -5 -78 -31z\"\/><path d=\"M3085 3251 c-45 -19 -58 -50 -96 -229 -47 -217 -49 -260 -13 -295 52 -53 146 -42 177 20 16 31 87 366 87 410 0 70 -86 122 -155 94z\"\/><path d=\"M1751 3234 c-13 -9 -29 -31 -37 -50 -12 -29 -10 -49 21 -204 19 -94 39 -189 45 -210 14 -50 54 -80 110 -80 34 0 48 6 76 34 21 21 34 44 34 59 0 14 -18 113 -40 219 -37 178 -43 195 -70 221 -36 32 -101 37 -139 11z\"\/><path d=\"M1163 3073 c-36 -7 -73 -59 -73 -102 0 -56 133 -378 171 -413 34 -32 83 -37 129 -13 70 36 67 87 -16 290 -86 209 -89 214 -129 231 -35 14 -42 15 -82 7z\"\/><path d=\"M3689 3066 c-15 -9 -33 -30 -42 -48 -48 -103 -147 -355 -147 -375 0 -98 131 -148 192 -74 13 15 57 108 97 206 80 196 84 226 37 273 -30 30 -99 39 -137 18z\"\/><path d=\"M583 2784 c-38 -19 -67 -74 -58 -113 9 -42 211 -354 242 -373 16 -10 45 -18 66 -18 51 0 107 52 107 100 0 39 -1 41 -124 234 -80 126 -108 162 -133 173 -41 17 -61 16 -100 -3z\"\/><path d=\"M4250 2784 c-14 -9 -74 -91 -133 -183 -95 -150 -107 -173 -107 -213 0 -55 33 -94 87 -104 67 -13 90 8 211 198 130 202 137 225 78 284 -27 27 -42 34 -72 34 -22 0 -50 -8 -64 -16z\"\/><path d=\"M2275 2693 c-553 -48 -1095 -270 -1585 -649 -135 -104 -459 -423 -483 -476 -23 -49 -22 -139 2 -186 73 -142 361 -457 571 -626 285 -228 642 -407 990 -497 242 -63 336 -73 660 -74 310 0 370 5 595 52 535 111 1045 392 1455 803 122 121 250 273 275 326 19 41 19 137 0 174 -41 79 -309 363 -465 492 -447 370 -946 591 -1479 653 -113 14 -422 18 -536 8z m395 -428 c171 -34 330 -124 456 -258 112 -119 167 -219 211 -378 27 -96 24 -300 -5 -401 -72 -255 -236 -447 -474 -557 -132 -62 -201 -76 -368 -76 -167 0 -236 14 -368 76 -213 98 -373 271 -451 485 -162 444 86 934 547 1084 153 49 292 57 452 25z m909 -232 c222 -123 408 -262 593 -441 76 -74 138 -139 138 -144 0 -16 -233 -242 -330 -319 -155 -123 -309 -223 -461 -299 l-81 -41 32 46 c18 26 49 83 70 128 143 306 141 649 -6 957 -25 52 -61 116 -79 142 l-34 47 45 -20 c26 -10 76 -36 113 -56z m-2057 25 c-40 -58 -105 -190 -130 -263 -110 -324 -59 -707 132 -981 25 -35 42 -64 37 -64 -19 0 -241 119 -326 174 -188 122 -406 314 -532 468 l-58 71 108 103 c185 178 428 349 672 473 66 33 121 60 123 61 2 0 -10 -19 -26 -42z\"\/><path d=\"M2375 1950 c-198 -44 -350 -190 -395 -379 -18 -76 -8 -221 19 -290 114 -284 457 -406 731 -260 98 52 188 154 231 260 27 69 37 214 19 290 -38 163 -166 304 -326 360 -67 23 -215 33 -279 19z\"\/><\/g><\/svg><\/i> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"16\" height=\"16\" alt=\"Loading\" src=\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/plugins\/page-views-count\/ajax-loader-2x.gif\" border=0 \/><\/p>\n<div class=\"pvc_clear\"><\/div>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3174,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"chat","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,30,3,42,18],"tags":[],"a3_pvc":{"activated":true,"total_views":1009,"today_views":0},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Asal-usul Sebutan &#039;Bule&#039; untuk Warga Negara Asing<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Asal-usul Sebutan &#039;Bule&#039; untuk Warga Negara Asing\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Asal-usul Sebutan &#039;Bule&#039; untuk Warga Negara Asing\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Asal-usul Sebutan &#039;Bule&#039; untuk Warga Negara Asing\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MINDA TV\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-21T12:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-21T13:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"389\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/person\/473243e5399b9bcfe6d073aef15e1290\"},\"headline\":\"Asal-usul Sebutan &#8216;Bule&#8217; untuk Warga Negara Asing\",\"datePublished\":\"2021-09-21T12:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-21T13:00:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\"},\"wordCount\":1484,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg\",\"articleSection\":[\"General\",\"Health\",\"Motivasi\",\"News\",\"Story\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\",\"name\":\"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg\",\"datePublished\":\"2021-09-21T12:56:17+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-21T13:00:24+00:00\",\"description\":\"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg\",\"width\":612,\"height\":389,\"caption\":\"Anda Ingin Punya Anak Kembar, Inilah Caranya Mendapatkan Anak Kembar Secara Alami\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#website\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/\",\"name\":\"MINDA TV\",\"description\":\"News &amp; Edutainment\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization\",\"name\":\"Minda TV\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Minda-TV-4.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Minda-TV-4.png\",\"width\":518,\"height\":127,\"caption\":\"Minda TV\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/person\/473243e5399b9bcfe6d073aef15e1290\",\"name\":\"admin\",\"url\":\"https:\/\/minda.tv\/news\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","description":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/","next":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","og_description":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","og_url":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/","og_site_name":"MINDA TV","article_published_time":"2021-09-21T12:56:17+00:00","article_modified_time":"2021-09-21T13:00:24+00:00","og_image":[{"width":612,"height":389,"url":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/person\/473243e5399b9bcfe6d073aef15e1290"},"headline":"Asal-usul Sebutan &#8216;Bule&#8217; untuk Warga Negara Asing","datePublished":"2021-09-21T12:56:17+00:00","dateModified":"2021-09-21T13:00:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/"},"wordCount":1484,"publisher":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg","articleSection":["General","Health","Motivasi","News","Story"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/","name":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","isPartOf":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg","datePublished":"2021-09-21T12:56:17+00:00","dateModified":"2021-09-21T13:00:24+00:00","description":"Asal-usul Sebutan 'Bule' untuk Warga Negara Asing","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/asal-usul-sebutan-bule\/#primaryimage","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg","contentUrl":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Anda-Ingin-Punya-Anak-Kembar-Inilah-Caranya-Mendapatkan-Anak-Kembar-Secara-Alami.jpg","width":612,"height":389,"caption":"Anda Ingin Punya Anak Kembar, Inilah Caranya Mendapatkan Anak Kembar Secara Alami"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#website","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/","name":"MINDA TV","description":"News &amp; Edutainment","publisher":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/minda.tv\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#organization","name":"Minda TV","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Minda-TV-4.png","contentUrl":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Logo-Minda-TV-4.png","width":518,"height":127,"caption":"Minda TV"},"image":{"@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/minda.tv\/news\/#\/schema\/person\/473243e5399b9bcfe6d073aef15e1290","name":"admin","url":"https:\/\/minda.tv\/news\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3172"}],"collection":[{"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3172"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3175,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3172\/revisions\/3175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/minda.tv\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}